Para penari pendukung sendratari Barong memakai pakaian khas Bali dengan dasar warna hitam putih berbentuk kotak-kotak. Pakaian bagian atas yang dipakai penari utama berbentuk sejenis jubah dan berkilat keemasan diterpa cahaya lampu di malam hari. Para penari adalah kaum pria yang dirias dengan bedak tebal, memakai lipstik, dan terdapat tanpa bintik di keningnya. Bintik kecil itu bukan mehendi seperti dipakai oleh wanita India, namun bentuknya mengkilat keperakan. Hiasan seperti ini berfungsi sebagai pensucian diri, seperti halnya ketika wisatawan memasuki pura yang ada di Tanah Lot.
Cerita dan Makna Dibalik Tari Barong
Ketika menyaksikan pertunjukan Tari Barong, wisatawan akan langsung dibuat terpesona oleh perpaduan musik gamelan Bali dan gerak penarinya. Wow! Imajinasi kita langsung dibawa ke masa-masa kerajaan dalam cerita pewayangan Mahabarata. Percakapan drama tari Barong berlangsung dalam bahasa Bali dan suasana agama Hindu. Nggak mudah untuk memahaminya. Untungnya setiap wisatawan dibekali booklet yang berisi penjelasan cerita drama dalam tari Barong.
Tari Barong menceritakan perjuangan kebaikan melawan kejahatan ketika manusia hidup di dunia. Pihak yang berada pada kebaikan adalah sosok Barong, sedangkan Rangda mewakili sisi kejahatan. Selain dua tokoh tersebut, terdapat sosok Sahadewa yang berasal dari keluarga Pandawa dan berniat dijadikan tumbal untuk persembahan kepada Rangda. Dengan bantuan para dewa, Barong berusaha menolong Sahadewa dengan cara melawan Rangda. Cerita dalam tari tersebut berakhir dengan kemenangan Barong dan tewasnya Rangda. Hal tersebut sebagai simbol bahwa kebenaran akan memang melawan kejahatan.
Setelah pertunjukan usai, semua pemain menyempatkan diri berkumpul dan memberi hormat kepada penonton di tengah panggung. Sebenarnya lokasi tersebut bukan panggung yang menjulang tinggi. Tempat tersebut lebih mirip amphiteather seperti yang bisa kita temukan dalam kebudayaan Yunani Kuno. Para penonton pertunjukan seni tari Barong bukan hanya turis domestik. Banyak juga wisatawan asing yang terpukau oleh tarian tersebut. Mereka mengabadikan tari Barong melalui handycam dan kamera. Gambar tempat wisataKeindahan Gambar Tempat Wisata di Indonesia. Baca selengkapnya ... » di Pulau Bali memang sudah terkenal seantero dunia sebagai surga yang tertinggal di muka bumi.
Bali Adalah Negeri Para Dewa
Tari Barong hanyalah salah satu dari sekian banyak nama tari tradisional Bali. Selain Barong, kita mengenal tari pendet, tari kecak, tari jangger, dan lain-lain. Setiap tarian memiliki makna tersendiri. Tari Pendet merupakan jenis tari penyambutan untuk menyambut tamu agung yang berkunjung ke puri kerajaan. Dalam perkembangannya, Tari Pendet bukan hanya dipakai dalam penyambutan tamu agung ke puri-puri kerajaan Bali, tapi juga ditampilkan untuk kunjungan kepala negara di instansi pemerintah dan tentu saja untuk menarik minat kunjungan wisatawan ke Pulau Bali.
Tari tradisional Bali yang paling terkenal mungkin Tari Kecak. Tari Kecak adalah jenis tarian kolosal yang ditampilkan tidak menggunakan alat musik apapun. Suara musik dihasilkan melalui gerak mulut para pria pengiring tarian yang duduk bersila melingkari para penari utama. Tari Kecak mengambil cerita Ramayana, khususnya pada segmen penculikan Dewi Sinta oleh Rahwana. Ramajaya dibantu Anoman si kera putih, berusaha merebut kembali Dewi Sinta melalui beragam cara. Karena pertunjukan tari ini tidak memakai alat musik, maka suara yang dihasilkan penari pengiring terdengar lebih semarak. Makin banyak penari pengiring, makin seru acara pertunjukan.
Berkat kekayaan budaya dan ketekunan warganya memegang tradisi dan budaya lama, Pulau Bali menjadi pulau kecil tempat tinggal para dewa. Popularitas obyek wisata di Pulau Bali mengantarkan nama Bali lebih populer daripada Indonesia itu sendiri. Berkat tradisi dan budayanya, Bali menjadi salah satu propinsi kaya di Indonesia. Tari Barong hanyalah satu diantara sekian banyak seni pertunjukan Bali yang unik. Selain tarian, tentu Bali masih menyimpan potensi wisata dari pantai-pantainya yang indah, peninggalan budaya masa lalu, wisata malam, galeri seni, dan pembangunan pusat perbelanjaan modern. Ayo berlibur ke Bali!
